Arsip untuk Januari, 2009|Halaman arsip bulanan
Pendapat Alqamah bin Harits ra Tentang Hakikat Iman
Dari Alqamah bin HArits ra, dia menceritakan, “Aku datang kepada Rasulullah saw dan aku adalah orang ketujuh di antara tujuh orang dari kaumku yang telah memeluk Islam. Lalu kami memberi salam kepada Rasulullah saw dan Beliau pun menjawab salam kami. Kemudian kami berbincang-bincang dengan Beliau dan Beliau pun merasa takjub dengan pembicaraan kami, lalu Beliau bertanya, “Kalian ini siapa?” Kami menjawab, “Kami adalah orang yang beriman.” Beliau bertanya, “Setiap ucapan mempunyai hakikat (bukti), maka apakah hakikat keimanan kalian?”
Mereka menjawab, “Ada lima belas (15) bukti keimana kami. 5 perkara yang telah engkau perintahkan kepada kami, 5 perkara yang telah diperintahkan oleh para utusan Engkau kepada kami, dan 5 perkara lagi sesuatu yang telah menjadi kebiasaan kami sejak zaman jahiliyyah hingga sekarang, kecuali jika Engkau melarangnya.”
Baca selebihnya »
Maksud dan Tujuan Jaulah
Ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya dengan Judul “Jaulah (Keliling) “
Maksud dan Tujuan Jaulah
Maksud dan Tujuan Jaulah antara lain untuk membentuk sifat sabar, tawadu, ikhlas, ihsan, dan sifat lainnya. Sehingga mudah mengamalkan kurang lebih 154 hukum Islam. Sehingga Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan hidayah dan mengekalkan hidayah dalam diri kita dan menjadi asbab tersebarnya hidayah pada diri orang lain.
Keutamaannya :
- Siapa saja yang mengalami kesusahan untuk mengajak seorang dalam jaulah, maka Allah Subhanahu wa ta’ala akan memudahkan langkahnya masuk ke jannah. Setiap langkah kaki akan mengangkat derajatnya 700 kali di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala dan akan menggugurkan dosa-dosa.
- Para malaikat dan seluruh makhluk , baik yang di darat dan di laut dan di angkasa memohon ampunan bagi orang yang berjaulah.
- Para malaikat merendahkan sayapnya untuk dilalui dan debu-debu yang menempel akan menjadi tameng asap api neraka.
- Berdiri sesaat di jalan Allah lebih baik dari pada shalat sunnat sepanjang malam di depan Hajar Aswad dan pada malam lailatul Qadri.
- Barang siapa yang terluka di jalan Allah atau tertimpa musibah, maka sesungguhnya ia akan dibangkitkan dengan darah yang masih menetes seperti keadaannya pada waktu ia terluka, yang warna darahnya seperti za’faron dan harumnya seperti harum katsuri.
Jaulah (keliling)
Jaulah adalah tulang punggung dakwah, dan dakwah adalah tulang punggung agama. Sesuatu tanpa tulang punggung tak akan bisa berdiri tegak. Dakwah adalah semua amal jaulah, sebagaimana shalat gerakannya berbeda-beda. Mulai dari jaulah umumi , khususi, usuli, ta’limi, dan tasykili . Apabila jaulah diterima oleh Allah Subhanahu wa ta’ala maka do’a -do’a pun akan diterima. Jika do’a diterima maka hidayah akan tersebar . Sejauh mana menyempurnakan jaulah, maka sejauh itu pula Allah Subhanahu wa ta’ala akan memberikan hidayah.
Jaulah dilakukan oleh seluruh Anbiya ‘Alaihis salam . Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam sendiri sering berjaulah di kota. Thaif, pada musim haji di Mina dan di mana saja kota Makkah. Kadangkala beliau sendiri bersama Abu Bakar Rahiyallahu’anhu Zaid bin Harits atau bersama dengan Abbas Radhiyallahu’anhu padahal pada saat itu Abbas Radhiyallahu’anhu belum memeluk Islam. Di dalam Surat YaSiin diberitahukan tiga orang yang berjaulah , Al Qur’an juga menceritakan bagaimana Musa dan Harun ‘Alaihis Salam berjaulah.
Baca selebihnya »
Komentar (1)