<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Usahadakwah dan Tabligh</title>
	<atom:link href="http://usahadakwah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://usahadakwah.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jun 2009 04:40:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='usahadakwah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Usahadakwah dan Tabligh</title>
		<link>http://usahadakwah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://usahadakwah.wordpress.com/osd.xml" title="Usahadakwah dan Tabligh" />
	<atom:link rel='hub' href='http://usahadakwah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Da&#8217;wah</title>
		<link>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/06/08/dawah/</link>
		<comments>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/06/08/dawah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 04:40:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>usahadakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadakwah.wordpress.com/2009/06/08/dawah/</guid>
		<description><![CDATA[Pada waktu Nabi mengerjakan haji wada`, nabi telah berkhotbah dihadapan para umatnya dan para sahabatnya, pesan beliau antara lain : “ Hai sekalian manusia ketahuilah oleh kamu bahwa Tuhan mu satu. Kamu sekalian keturuna Adam as. Yang dijadikan dari tanah, sesungguhnya yang termulia disisi allah swt adalah orang yang paling bertaqwa kepada-Nya.” Kemudian Nabi menerima [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=151&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada waktu Nabi mengerjakan haji wada`, nabi telah berkhotbah dihadapan para umatnya dan para sahabatnya, pesan beliau antara lain :</p>
<p>“ Hai sekalian manusia ketahuilah oleh kamu bahwa Tuhan mu satu. Kamu sekalian keturuna Adam as. Yang dijadikan dari tanah, sesungguhnya yang termulia disisi allah swt adalah orang yang paling bertaqwa kepada-Nya.”</p>
<p>Kemudian Nabi menerima wahyu dari Allah swt, surat Al-Ma`idah yang intinya bahwa Allah telah redha Islam menjadi agama . Para sahabat mendengar dan membenarkan serta Nabi berpesan kepada yang mendengarkan agar menyampaikan pesan-pesan beliau kepada yang tidak hadir dan yang dialam roh.</p>
<p>Sejak saat itu para sahabat dan yang hadir disitu mengemban tugas untuk menyampaikan da`wah dan menyebarkan para sahabat yang kira-kira 124.000 orang keseluruh penjuru dunia, hanya 10.000 orang meninggal di Makkah, sedangkan yang lainnya meninggal di luar Makkah, seperti : Cina, Spanyol, Prancis, Roma dll.</p>
<p>Akhirnya kitapun demikian, mempunyai tugas yang sama dengan para sahabat Rasulullah. Bagaimana agar manusia raat kepada Allah swt dan Rasul-Nya, semua ini tergantung pada fikir dan usaha atas umat di seluruh alam.</p>
<p>Untuk memahami antara hubungan aagama dengan hidayah harus ada usaha setiap orang, contoh : lemparkan batu jesebuah danau, maka batu akan jatuh ketengah danau tapi riaknya bergelombang sambung bersambung keseluruh danau hingga ketepinya.</p>
<p>Sama halnya bila seorang muslim berda`wah pada suatu tempat dan fikir atas seluruh umat manusia, maka Allah swt akan turunkan hidayah keseluruh alam. Jadi berkembangnya usaha da`wah ini tergantung pada fikir dan usaha kita.</p>
<p>Contoh :</p>
<p>? Setelah Ka`bah dibangun oleh nabi Ibrahim as. Beliau mendapat perintah dari Allah swt untuk memanggil seluruh umat. Beliau meresa bingung karena tidak mampu bagaimana untuk memanggil seluruh umat yang sekian banyaknya untuk datang ke Ka`bah, Allah swt berfirman : Kerjakanlah perintah-Ku ( hanya memanggil dan menyampaikan ), Akulah yang akan menyebarkan suaramu keseluruh umat di alam ini.”</p>
<p>? Demikianlah ketika nabi Ibrahim a.s menyeru suaranya, Allah sampaikan keseluruh penjuru dunia dan juga pada ruh-ruh manusia, ini terbukti setiap tahun dari berbagai penjuru dunia manusia berbondong-bondong menunaikan ibadah haji.</p>
<p>Jadi pada dasarnya kita umat nabi yang terakhir disuruh menyampaikan walau hanya 1 ayat saja, sedangkan hidayah adalah Allah yang akan turunkan pada orang yang Dia kehendaki.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/usahadakwah.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/usahadakwah.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/usahadakwah.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/usahadakwah.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/usahadakwah.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/usahadakwah.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/usahadakwah.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/usahadakwah.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/usahadakwah.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/usahadakwah.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/usahadakwah.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/usahadakwah.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/usahadakwah.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/usahadakwah.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=151&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/06/08/dawah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ec3c9a2a93a66f710817f73197052b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">usahadakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Targhib Of Jaulah / Ghast</title>
		<link>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/06/04/targhib-of-jaulah-ghast/</link>
		<comments>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/06/04/targhib-of-jaulah-ghast/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 04:35:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>usahadakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amal Intiqoli]]></category>
		<category><![CDATA[Amal Maqomi]]></category>
		<category><![CDATA[Fikir Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Fikir Umat]]></category>
		<category><![CDATA[Jaulah (Keliling)]]></category>
		<category><![CDATA[Targhib & Tarhib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadakwah.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[My loving brother and elders in Islam, praise be to Allah subhanahu wa ta&#8217;ala who give us Streght and guidance so we can doing the commanment of Allah subhanahu wa ta&#8217;ala in this place join with jama&#8217;at to perform sholat. It&#8217;s nice and easily today for going to the mosque. All of this favours today [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=139&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>My loving brother and elders in Islam, praise be to Allah subhanahu wa ta&#8217;ala who give us Streght and guidance so we can doing the commanment of Allah subhanahu wa ta&#8217;ala in this place join with jama&#8217;at to perform sholat. It&#8217;s nice and easily today for going to the mosque. All of this favours today caused by the sacrifice of Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam and the Shahabah Radhiallahu&#8217;anhum, they sacrificed their wealth, self, family even flowed up their blood and lost their life to make this dien completed. With it Islam has spread out to all the world.</strong></p>
<p>Saudara-saudara dan tuan-tuan sekalian yang saya hormati, segala pujian (kita persembahkan) kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala yang telah memberi kekuatan dan petunjuknya, sehingga kita dapat melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala yaitu berkumpul bersama-sama untuk melaksanakan shalat berjamaah di tempat ini. Dengan senang hati dan terasa mudah pada hari ini untuk pergi ke masjid. Semua kebaikan yang ada sekarang ini disebabkan oleh pengorbanan yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan para Shahabat Radhiallahu&#8217;anhum. Mereka telah mengorbankan diri, harta, dan keluarga bahkan mengalirkan darah dan kehilangan nyawa mereka untuk menyempurnakan agama ini. Dengan pengorbanan mereka Islam dapat tersebar keseluruh dunia</p>
<p><strong>But today as we know, lot of moslem disobey Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala and Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.<br />
Leaving this dien, even breaking up Islam by neglecting sholat and more ever bad deeds that will leads them to the accident and bad luck in this world and the hereafter, There no limit suffering.</strong></p>
<p>Akan tetapi sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, banyak orang muslim yang tidak taat kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala dan Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam meninggalkan agama bahkan merobohkan Islam dengan melalaikan shalat dan banyak melakukan amal buruk yang membawa mereka kepada kecelakaan dan tidak beruntungan di dunia dan di akhirat. Yang mana di akhirat itu tidak ada batas penderitaannya.</p>
<p><strong>So brothers and elders we have to thinkn and worriend about this situations. What will we do now? If we don&#8217;t do something, we can&#8217;t imagine what kind of suffering in the hereafter for our family, for our friends and this ummat when come there without Iman and Islam. We have to make effort and sacrifice, visit and offer to them about this dien. READY&#8230;.!!!<br />
May Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala flow His guidance for us and this ummat.</strong></p>
<p>Maka, saudara-saudara dan Tuan-tuan sekalian kita harus memikirkan dan merisaukan tentang situasi ini. Apa yang akan kita lakukan sekarang? Kalau kita tidak melakukan sesuatu, maka tidak dapat kita bayangkan jenis penderitaan apa yang menunggu keluarga kita , teman kita, dan ummat ini, ketika mereka datang tanpa membawa Iman. Kita harus membuat usaha dan pengorbanan, mendatangi dan menawarkan kepada mereka tentang agama ini. Siap..!!<br />
Semoga Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala memberikan  petunjukaNya kepada kita dan kepada Ummat seluruhya.</p>
<p><strong>Amin Ya Allah.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/usahadakwah.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/usahadakwah.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/usahadakwah.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/usahadakwah.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/usahadakwah.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/usahadakwah.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/usahadakwah.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/usahadakwah.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/usahadakwah.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/usahadakwah.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/usahadakwah.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/usahadakwah.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/usahadakwah.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/usahadakwah.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=139&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/06/04/targhib-of-jaulah-ghast/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ec3c9a2a93a66f710817f73197052b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">usahadakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendapat Alqamah bin Harits ra Tentang Hakikat Iman</title>
		<link>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/01/16/pendapat-alqamah-bin-harits-ra-tentang-hakikat-iman/</link>
		<comments>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/01/16/pendapat-alqamah-bin-harits-ra-tentang-hakikat-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 03:17:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>usahadakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayan (Penjelasan)]]></category>
		<category><![CDATA[Fikir Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Muntakhab Ahadits]]></category>
		<category><![CDATA[Targhib & Tarhib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadakwah.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Dari Alqamah bin HArits ra, dia menceritakan, “Aku datang kepada Rasulullah saw dan aku adalah orang ketujuh di antara tujuh orang dari kaumku yang telah memeluk Islam. Lalu kami memberi salam kepada Rasulullah saw dan Beliau pun menjawab salam kami. Kemudian kami berbincang-bincang dengan Beliau  dan Beliau pun merasa takjub dengan pembicaraan kami, lalu Beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=130&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Alqamah bin HArits ra, dia menceritakan, “Aku datang kepada Rasulullah saw dan aku adalah orang ketujuh di antara tujuh orang dari kaumku yang telah memeluk Islam. Lalu kami memberi salam kepada Rasulullah saw dan Beliau pun menjawab salam kami. Kemudian kami berbincang-bincang dengan Beliau  dan Beliau pun merasa takjub dengan pembicaraan kami, lalu Beliau bertanya, “Kalian ini siapa?” Kami menjawab, “Kami adalah orang yang beriman.” Beliau bertanya, “Setiap ucapan mempunyai hakikat (bukti), maka apakah hakikat keimanan kalian?”</p>
<p>Mereka menjawab, “Ada lima belas (15) bukti keimana kami. 5 perkara yang telah engkau perintahkan kepada kami, 5 perkara yang telah diperintahkan oleh para utusan Engkau kepada kami, dan 5 perkara lagi sesuatu yang telah menjadi kebiasaan kami sejak zaman jahiliyyah hingga sekarang, kecuali jika Engkau melarangnya.”<br />
<span id="more-130"></span><br />
Maka Rasulullah saw bertanya, “Apakah lima perkara yang telah Aku perintahkan kepada kalian!” Mereka menjawab, “Engkau telah memerintahkan kepada kami supaya :</p>
<ol>
<li>Beriman kepada Allah</li>
<li>Para Malaikat-Nya</li>
<li>Kitab-Kitab-Nya</li>
<li>Rasul-Rasul-Nya</li>
<li>Taqdir Allah yang baik maupun yang buruk.”</li>
</ol>
<p>Beliau bertanya, “Apakah 5 perkara yang diperintahkan oleh para utusanku kepada kalian?” Mereka menjawab, “Para utusan Engkau telah memerintahkan kepada kami supaya kami:</p>
<ol>
<li>Bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan bersaksi bahwa Engkau adalah utusan Allah.</li>
<li>Mendirikan shalat fardhu</li>
<li>Menbayar zakat fardhu</li>
<li>Puasa di bulan Ramadhan</li>
<li>Menunaikan Ibadah Haji jika mampu.”</li>
</ol>
<p>Beliau bertanya lagi, “Dan apakah 5 perkara yang sudah menjadi kebiasaan kamu sejak zaman jahiliyyah?” Mereka menjawab, “Kami senatiasa :</p>
<ol>
<li>Bersyukur di kala senang</li>
<li>Bersabar di kala mendapat musibah</li>
<li>Bertahan ketika berhadapan dengan lawan</li>
<li>Ridha dengan apa yang telah ditentukan Allah</li>
<li>Tidak bergembira dengan musibah yang menimpa musuhnya.”</li>
</ol>
<p>Setelah mendengar jawaban mereka, Rasulullah saw berkata pada para shahabat, “Mereka adalah kaum yang pandai, mahir dalam tata cara berbicara, apa-apa yang dikatakan mereka hampir menyerupai para Nabi.” Lalu beliau tersenyum. Kemuadian Beliau bersabda, “Aku menasehati kalian dengan 5 (lima) perkara supaya Allah menyempurnakan kebaikan yang ada pada diri kalian, yaitu :</p>
<ol>
<li>Janganlah kalian mengumpulkan sesuatu yang tidak kamu makan</li>
<li>Janganlah mendirikan rumah yang tidak kamu tempati</li>
<li>Janganlah berlomba-lomba dengan dunia yang akan kamu tinggalkan</li>
<li>Takutlah kepada Allah yang kepada-Nya kalian akan dikumpulkan dan akan dihadapkan</li>
<li>Kumpulkanlah bekal untuk akhirat yang akan kamu tempati dengan kekal abadi di dalamnya!”</li>
</ol>
<p>(HR Hakim, seperti terdapat dalam kitab Al Kanz jilid I halaman 69).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/usahadakwah.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/usahadakwah.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/usahadakwah.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/usahadakwah.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/usahadakwah.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/usahadakwah.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/usahadakwah.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/usahadakwah.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/usahadakwah.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/usahadakwah.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/usahadakwah.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/usahadakwah.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/usahadakwah.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/usahadakwah.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=130&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/01/16/pendapat-alqamah-bin-harits-ra-tentang-hakikat-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ec3c9a2a93a66f710817f73197052b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">usahadakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maksud dan Tujuan Jaulah</title>
		<link>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/01/15/maksud-dan-tujuan-jaulah/</link>
		<comments>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/01/15/maksud-dan-tujuan-jaulah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 04:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>usahadakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab - adab]]></category>
		<category><![CDATA[Amal Maqomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bayan (Penjelasan)]]></category>
		<category><![CDATA[Fadhilah (keutamaan)]]></category>
		<category><![CDATA[Jaulah (Keliling)]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj Fi Sabilillah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadakwah.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya dengan Judul &#8220;Jaulah (Keliling) &#8220; Maksud dan Tujuan Jaulah Maksud dan Tujuan Jaulah antara lain untuk membentuk sifat sabar, tawadu, ikhlas, ihsan, dan sifat lainnya. Sehingga mudah mengamalkan kurang lebih 154 hukum Islam. Sehingga Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala memberikan hidayah dan mengekalkan hidayah dalam diri kita dan menjadi asbab tersebarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=109&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya dengan Judul <a href="http://usahadakwah.wordpress.com/2009/01/15/jaulah-keliling/">&#8220;Jaulah (Keliling)</a> &#8220;</p>
<p><strong>Maksud dan Tujuan Jaulah</strong></p>
<p>Maksud dan Tujuan Jaulah antara lain untuk membentuk sifat sabar, tawadu, ikhlas, ihsan, dan sifat lainnya. Sehingga mudah mengamalkan kurang lebih 154 hukum Islam. Sehingga Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala memberikan hidayah dan mengekalkan hidayah dalam diri kita dan menjadi asbab tersebarnya hidayah pada diri orang lain.</p>
<p><strong>Keutamaannya :</strong></p>
<ul>
<li>Siapa saja yang mengalami kesusahan untuk mengajak seorang dalam <em>jaulah</em>, maka Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala</em> akan memudahkan langkahnya masuk ke jannah. Setiap langkah kaki akan mengangkat derajatnya 700 kali di sisi Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala</em> dan akan menggugurkan dosa-dosa.</li>
<li>Para malaikat dan seluruh makhluk , baik yang di darat dan di laut dan di angkasa memohon ampunan bagi orang yang ber<em>jaulah</em>.</li>
<li>Para malaikat merendahkan sayapnya untuk dilalui dan debu-debu yang menempel akan menjadi tameng asap api neraka.</li>
<li>Berdiri sesaat di jalan Allah lebih baik dari pada shalat sunnat sepanjang malam di depan Hajar Aswad dan pada malam <em>lailatul Qadri</em>.</li>
<li>Barang siapa yang terluka di jalan Allah atau tertimpa musibah, maka sesungguhnya ia akan dibangkitkan dengan darah yang masih menetes seperti keadaannya pada waktu ia terluka, yang warna darahnya seperti za&#8217;faron dan harumnya seperti harum katsuri.</li>
</ul>
<p><span id="more-109"></span><strong>Kelompok jaulah terbagi dua, yaitu :</strong></p>
<ul>
<li>Kelompok di dalam masjid adalah : (1) <em>dzakirin/mudzakir</em> , tugasnya berdzikir dengan khusyu&#8217; dan berdo&#8217;a hingga meneteskan air mata, dan baru berhenti bila jamaah yang diluar telah kembali, (2) <em>muqarrar</em> , tugasnya mengulang-ulang pembicaraan iman dan &#8216;amal shalih (taqrir), (3) <em>mustami&#8217;</em>, tawajjuh mendengar pembicaraan taqrir , dan (4) <em>Istiqbal</em>, tugasnya menyambut orang yang datang ke masjid lalu mempersilahkan shalat Tahiyyatul Masjid , dipersilahkan duduk dalam majlis taqrir, juga menunggu dengan penuh kerisauan dan fikir kepada saudaranya yang belum datang ke masjid.</li>
<li>Kelompok di luar masjid adalah : (1) <em>dalil</em>, sebagai penunjuk jalan , sebaiknya dalil adalah warga setempat untuk menunjukan mana rumah non muslim, muslim, ulama, umara, dan ahli masjid atau orang yang belum shalat berjamaah di masjid. Keutamaan seorang dalil  adalah ia lebih dahulu masuk Jannah 500 tahun, (2) <em>mutakallim</em>, sebagai juru bicara, penyambung lidah rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam. (3) <em>Makmur</em>, tugasnya berdzikir (dalam hati), tidak berbicara , dan mengantarkan jamaah cash ke masjid , dan (4) <em>amir </em>jaulah, bertanggungjawab terhadap rombongan jaulah. Jika ada yang melanggar tertib maka amir mengucapkan <em>Subhanallah</em>, dan masing-masing mengoreksi dirinya bukan melihat orang lain. Jika masih tidak tertib juga , maka <em>amir</em> memberi targhib dan berhak memutuskan, apakah jaulah dilanjutkan atau kembali ke masjid.</li>
</ul>
<p><strong>Pada waktu jaulah hendaknya membawa empat sifat :</strong></p>
<ul>
<li><em><strong>Fikir</strong></em>, dalam berjaulah ini bukan sekaedar melihat-lihat suasana tetapi harus dijalankan dengan penuh fikir dan risau Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam , bagaimana agar umat manusia selamat dari adzab Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala sehingga Islam menjadi <em>rahmatan lil&#8217;alamin.</em></li>
<li><em><strong>Dzikir</strong>, </em>jangan buat jaulah dengan hati yang lalai , buat jaulah dengan do&#8217;a dan mengingat Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala, merasa diawasi dan dilihat oleh Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala dan berharap Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala menurunkan hidayah-Nya.</li>
<li><strong><em>Syukur</em></strong>, hemdaknya bersyukur telah dipilih dan dilibatkan oleh Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala</em> dalam tugas yang mulia untuk melanjutkan usaha <em>nubuwwah</em>, padahal kita orang yang <em>dhaif</em> dan tak berilmu, karena sesungguhnya kita tak pantas melakukan usaha yang mulia ini, usaha para nabi dan rasul.</li>
<li><strong><em>Sabar</em></strong> , hendaknya memahami bahwa segala usaha ke arah perbaikan pasti ada rintangannya, iblis dan sekutu-sekutunya tidak akan pernah berhenti sampai hari kiamat untuk menghalangi. Tidak semua orang paham akan amalan ini, kecuali orang-orang yang telah diberi hidayah oleh Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala</em>. Oleh sebab itu kita akan bertemu dengan orang-orang yang memilii sifat-sifat seperti : (1) Abu Bakar , langsung menyambut baik menerima dan ikut ambil bagian dalam usaha ini (<em>jamaah cash</em>) , (2) Abu Thalib, sangat mendukung dan memberi fasilitas serta membela jika ada yang menentang, tetapi sayang tak mau bergabung hingga akhir hayatnya, karena menganggap derajat bangsawannya akan jatuh jika bergabung dalam usaha ini , (3) Abu Sofyan, masih enggan dan malu, nanti orang-orang berbondong-bondong memeluk Islam , baru bergabng setelah fathul Makkah. (4) Abu Jahal , yang digambarkan menentang keras dan berusaha selalu menghalangi dengan berbagai cara kapanpun dan dimanapun serta dalam  situasi dan kondisi apa saja.</li>
</ul>
<p>kerja Dakwah adalah kerja yang paling banyak memberikan masehat , sehingga syetan dan kawan-kawannya takkan berhenti menghalangi. Hal ini adalah sunnatullah, sebagaimana Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala menurunkan hujan ke bumi ini, ada yang suka dan ada yang tidak suka. Para petani akan bergembira karena tanamannya mendapat siraman air, tetapi sebaliknya, petani yang sedang menjemur padi-nya kurang senang karena jemurannya tidak kering . <em>Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> yang berakhlak mulia, juga tetap diuji dengan hal-hal yang tidak menyenangkan dalam amal dakwah ini. Dan tetap bergerak walaupun kaum <em>kuffar</em> , <em>musrikun</em>, <em>munafikun</em>, dan<em> fasikin</em> tidak suka.</p>
<p><em>&#8220;Dialah Yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.&#8221; (QS. As Shaff : 9)</em></p>
<p>Para Nabi dan rasul yang terdahulu pun mengalaminya. Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala berfirman :<br />
<em>&#8220;Dan seperti itulah telah kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari (kalangan) orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Rabbmu menjadi Pemberi Petunjuk dan Penolong.&#8221; (Qs. Al Furqon : 31)</em></p>
<p>Sebelum berjaulah seluruh rombongan dipersiapkan . Adab-adab jaulah di sampaikan setelah selesai pembagian tugas agar masing-masing memahami adab-adabnya. Diantara adab jaulah adalah :</p>
<ul>
<li>Berdoa memohon hidayah di tempat yang terbuka</li>
<li>Disunnahkan berjalan di sebelah kanan dengan menundukan pandangan seolah mencari barang yang hilang, karena pandangan yang tidak terjaga  akan dapat menyebabkan rusaknya amalan ini, sehingga menghalangi turunnya hidayah. Ketika jaulah kita menundukan pandangan, maka akan mudah mengamalkan Al Qur&#8217;an. Tetapi bila tidak menundukan pandangan, tidak akan dapat mengamalkan Al Qur&#8217;an, bahkan hafalan ayat-ayat Al Qur&#8217;an akan dapat hilang. Memandang yang halal diperbolehkan , tetapi pandangan tersebut dapat men<em>tasykil</em> (mengajak) hati untuk menginginkan barang yang dilihat. Apabila menundukan pandangan, maka akan melihat hakikat tanah tempat kita akan dikuburkan serta batu yang pecah-pecah  ketika <em>Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala</em> menghancurkan bumi ini.</li>
<li><em>Dalil</em> dan <em>mutakallim</em> berada di depan, sedangkan <em>amir</em> di belakang</li>
<li>Hindari berdiri di depan pintu rumah, apa yang ada dalam rumah bagi orang yang kita kunjungi adalah &#8220;<em>aurat</em>&#8220;, maka hendaknya kita menghormati pemilik rumah dengan tidak melihat-lihat pemandangan dalam rumah tanpa seizin pemilik rumah. jika kita berdiri tepat di depan pintu rumah kemungkinan untuk melihat isi rumah menjadi besar.</li>
<li><em>Dalil</em> mengetuk pintu rumah ,  jika tuan rumah tidak merespon, maka ketukan diulangi lagi sehingga sampai 3 kali , ditiap jeda saat menuggu respon dari tuan rumah, <em>muttakallim</em> dianjurkan  berdzikir kalimat thoyyibah <em>subhanallah wal hamdulillah wa laailahaillallah wa Allahuakbar</em> (<em>dzikir lisan</em> ataupun <em>dzikir qolbi</em> , yang tidak dikeraskan) , jika tidak ada respon  dari tuan rumah maka jamaah meninggalkan rumah tersebut dengan berprasangka baik.</li>
<li>Apabila tuan rumah berada di tempat, maka mutakallim yang berbicara dan semua anggota rombongan mendengarkan pembicaraan mutakallim dengan <em>tawajjuh</em>(konsentrasi) dan risau bagaimana Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala</em> memudahkan langkah tuan rumah menuju masjid. Mutakallim menyampaikan maksud dan tujuan <em>silaturrahim</em>, <em>targhib</em> mengenai kebesaran Allah dan alam akhirat, serta pentingnya iman dan amal shalih. Kemudian <em>tasykil</em> ke masjid. (pembicaraan tidak panjang seperti bayan dan tidak pendek seperti i&#8217;lan(pengumuman) , sesuai dengan kapasitas orang yang dijumpai (pembicaraan tidak mesti seragam).</li>
<li><em>Jaulah</em> ditangguhkan sebelum waktu adzan, dengan <em>amir</em> rombongan memberi  targhib dan mengingatkan lagi bahwa <em>jaulah</em> ini di niatkan untuk seluruh alam dan niat akan dilanjutkan sampai anak cucu kelak sampai hari kiamat. Dan perbanyak<em> istighfar</em> sebab mungkin banyak melanggar tertib, dan juga karena masih banyak saudara muslim  yang belum tertunaikan hak-haknya.</li>
<li><em>Jaulah</em> dilakukan sebelum shalat waktu Maghrib, atau sesuai dengan kondisi masyarakat setempat. Apabila masyarakat rata-rata berada dirumah pada malam hari, jaulah dilakukan ba&#8217;da Maghrib dan <em>bayan</em>nya ba&#8217;da Isya (diantara dua waktu shalat).</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/usahadakwah.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/usahadakwah.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/usahadakwah.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/usahadakwah.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/usahadakwah.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/usahadakwah.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/usahadakwah.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/usahadakwah.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/usahadakwah.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/usahadakwah.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/usahadakwah.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/usahadakwah.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/usahadakwah.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/usahadakwah.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=109&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/01/15/maksud-dan-tujuan-jaulah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ec3c9a2a93a66f710817f73197052b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">usahadakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jaulah (keliling)</title>
		<link>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/01/15/jaulah-keliling/</link>
		<comments>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/01/15/jaulah-keliling/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 01:33:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>usahadakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amal Maqomi]]></category>
		<category><![CDATA[Jaulah (Keliling)]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj Fi Sabilillah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadakwah.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Jaulah adalah tulang punggung dakwah, dan dakwah adalah tulang punggung agama. Sesuatu tanpa tulang punggung tak akan bisa berdiri tegak. Dakwah adalah semua amal jaulah, sebagaimana shalat gerakannya berbeda-beda. Mulai dari jaulah umumi , khususi, usuli, ta&#8217;limi, dan tasykili . Apabila jaulah diterima oleh Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala maka do&#8217;a -do&#8217;a pun akan diterima. Jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=106&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em> Jaulah</em> adalah tulang punggung dakwah, dan dakwah adalah tulang punggung agama. Sesuatu tanpa tulang punggung tak akan bisa berdiri tegak. Dakwah adalah semua amal <em>jaulah</em>, sebagaimana shalat gerakannya berbeda-beda. Mulai dari <em>jaulah umumi , khususi, usuli, ta&#8217;limi, dan tasykili . </em>Apabila <em>jaulah</em> diterima oleh Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala maka do&#8217;a -do&#8217;a pun akan diterima. Jika do&#8217;a diterima maka hidayah akan tersebar . Sejauh mana menyempurnakan <em>jaulah</em>, maka sejauh itu pula Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala akan memberikan hidayah.</p>
<p><em>Jaulah</em> dilakukan oleh seluruh Anbiya <em>&#8216;Alaihis salam</em> . Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam</em> sendiri sering berjaulah di kota. Thaif, pada musim haji di Mina dan di mana saja kota Makkah. Kadangkala beliau sendiri bersama Abu Bakar <em>Rahiyallahu&#8217;anhu</em> Zaid bin Harits atau bersama dengan Abbas<em> Radhiyallahu&#8217;anhu </em>padahal pada saat itu Abbas<em> Radhiyallahu&#8217;anhu</em> belum memeluk Islam. Di dalam Surat YaSiin diberitahukan tiga orang yang berjaulah , Al Qur&#8217;an juga menceritakan bagaimana Musa dan Harun <em>&#8216;Alaihis Salam</em> berjaulah.<br />
<span id="more-106"></span><br />
Jaulah adalah berkeliling sebagaimana kelilingnya Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam</em> dan para sahabat <em>Radhiyallahu&#8217;anhum </em>dari kampung ke kampung, dari lorong ke lorong atau dari rumah ke rumah mengajak orang-orang untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Tidak ada <em>bayan</em> tanpa <em>Jaulah</em> dan seluruh Nabi yang diutus sebanyak 124.000 nabi dan 313 rasul semuanya berkeliling untuk berdakwah. Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam </em>sendiri<em> </em>menyebarkan agama dari rumah  ke rumah di kota Makkah, sehingga  diumpamakan jika telapak kaki Rasulullah mengeluarkan tinta merah maka merahkalah semua jalanan di kota itu, karena tak ada satu pun jalanan yang tidak dilalui oleh Rasulullah. Rumah paman beliau sendiri yaitu Abu Jahal tidak bosan didatangi, walaupun berkali-kali ditolak.</p>
<p>Ketika Fatimah <em>Radhiyallahu&#8217;anha </em>sangat sedih melihat keadaan Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam</em> sekembalinya dari ber<em>jaulah</em>, dengan kulit yang menghitam terbakar matahari dan pakaian yang kusam. Maka Rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam</em> bersabda &#8220;Wahai Fatimah! janganlah engkau bersedih. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala telah mengutus ayahmu dengan suatu hal yang tidak akan tersisa satu rumahpun di muka bumi ini. Baik di kota maupun di desa, melainkan Allah memasukan ke dalamnya kemuliaan atau kehinaan (jika mereka menolak), sehingga (agama ini) tersebar sebagaimana tersebarnya malam.&#8221; (HR.Ath thabrani~ kanzul Ummal)</p>
<p>Nabi Nuh <em>&#8216;Alaihis Salam </em> ketika ber<em>jaulah</em> dilempari batu oleh kaumnya, hingga batu-batu itu menimbun dirinya, kemudian datang malaikat mengeluarkannya dan diperintahkan lagi dan lagi untuk ber<em>jaulah</em>.</p>
<p>Tercantum dalam sejarah, bahwa rasulullah <em>Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam</em> hanya dua kali mengumpulkan orang banyak di tempat terbuka (tabligh akbar), yaitu ketika tiba di Sidratul Muntaha (Dalam peristiwa isra&#8217; Mi&#8217;raj) yang pada saat itu dibubarkan oleh Abu Lahab, dan ketika haji Wada&#8217; di mana wahyu terakhir turun dengan pembentukan dan pengiriman jamaah untuk <em>khuruj fi sabilillah</em> yang pertama kali sebelum beliau wafat, yang pemberangkatannya dilanjutkan oleh Abu Bakar <em>Radhiyallahu&#8217;anhu</em> dan dipimpin oleh Usamah <em>Radhiyallahu&#8217;anhu</em>. Usaha dakwah lainnya dilakukan dengan ber<em>jaulah</em> dari pintu ke pintu dan dari kabilah  ke kabilah.</p>
<p>Dalam usaha pertanian, jaulah ibarat menebar benih-benih hidayah pada hati manusia. Siapakah yang masih layak diberi hidayah oleh Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;ala </em>? Maka hadirkan dalam hati bahwa kita bersama 124.000 nabi dan membawa nur seperti nur yang memancar dari para nabi. Bila yang hak digerakkan, pergerakan yang batil akan hilang! Agama akan hidup seperti darah di dalam tubuh yang senantiasa bergerak.</p>
<p><strong>Maksud dan Tujuan Jaulah</strong></p>
<p>Maksud dan Tujuan selain untuk mengekalkan hidayah pemberian Allah pada diri kita, juga bermaksud<strong> <a href="http://usahadakwah.wordpress.com/2009/01/15/maksud-dan-tujuan-jaulah/">untuk &#8230;</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/usahadakwah.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/usahadakwah.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/usahadakwah.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/usahadakwah.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/usahadakwah.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/usahadakwah.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/usahadakwah.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/usahadakwah.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/usahadakwah.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/usahadakwah.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/usahadakwah.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/usahadakwah.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/usahadakwah.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/usahadakwah.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=106&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadakwah.wordpress.com/2009/01/15/jaulah-keliling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ec3c9a2a93a66f710817f73197052b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">usahadakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“ Apa di Surga Ada Orang yang Bertatto?”</title>
		<link>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/12/01/%e2%80%9c-apa-di-surga-ada-orang-yang-bertatto%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/12/01/%e2%80%9c-apa-di-surga-ada-orang-yang-bertatto%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 16:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>usahadakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amal Maqomi]]></category>
		<category><![CDATA[Fikir Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Fikir Umat]]></category>
		<category><![CDATA[Jaulah (Keliling)]]></category>
		<category><![CDATA[Karghozari]]></category>
		<category><![CDATA[Khuruj Fi Sabilillah]]></category>
		<category><![CDATA[Targhib & Tarhib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadakwah.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa Allah swt hadirkan gelap! Agar kita tahu bahwa dengan terang segalanya akan terlihat jelas, lantas kenapa Allah swt hadirkan masa lalu yang suram dalam hidup kita ! agar kita sadar bahwa hidayah itu suatu yang mahal, yang Allah swt berikan kepada siapa saja yang mau membuka hati untuk perkara hidayah. Karena setiap orang, ya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=100&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://usahadakwah.files.wordpress.com/2008/12/200450318-001.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-101" title="200450318-001" src="http://usahadakwah.files.wordpress.com/2008/12/200450318-001.jpg?w=120&#038;h=170" alt="200450318-001" width="120" height="170" /></a></p>
<p>Kenapa Allah swt hadirkan gelap! Agar kita tahu bahwa dengan terang segalanya akan terlihat jelas, lantas kenapa Allah swt hadirkan masa lalu yang suram dalam hidup kita ! agar kita sadar bahwa hidayah itu suatu yang mahal, yang Allah swt berikan kepada siapa saja yang mau membuka hati untuk perkara hidayah. Karena setiap orang, ya setiap orang tanpa kecuali, lepas apakah dia seorang yang memiliki kepahaman agama yang tinggi atau hanya seorang ahli maksiat mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh hidayah, tinggal seberapa jauh kita mau meraih dan mempertahankan hidayah tersebut.<br />
<span id="more-100"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">Beberapa waktu yang lalu , Allah swt betul-betul telah “menampar” saya dalam artian yang sesungguhnya. Melalui<em> kepergian </em>seorang sahabat, Allah seakan ingin menunjukan bahwa hidayah dan surga bukan milik sekelompok orang, melainkan milik setiap orang yang dengan hati hancur datang kedepan pintu-Nya, berharap memperoleh kasih-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">Betapa adilnya Allah dan betapa beruntungnya sahabat saya, karena Allah telah pilih dia kembali kepada-Nya dalam keadaan memperbaiki diri <em>dirumah-Nya</em> dalam balutan malam yang tenang, yang hanya Allah dan malaikat-Nya yang mengetahui bagaimana perjuangan almarhum sahabat saya meninggal dunia dalam pertobatannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">Ketika pertama kali bertemu dengannya, saya memandang hanya dengan sebelah mata, iblis telah menguasai hati saya , sehingga perasaan lebih baik darinya yang waktu itu muncul, tapi keinginan untuk menjadi lebih baik yang datang dari hatinya menghantarkan dia pada pintu hidayah-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">Pagi itu seperti bulan-bulan sebelumnya, saya dan beberapa teman mengadakan program perbaikan diri dengan cara beritikaf dimasjid sekitar tempat tinggal untuk <em>belajar dakwah</em>. Dan seperti biasa pula setiap pagi diadakan taklim pagi, dimana dibacakan kisah-kisah <span> </span>para sahabat Nabi dan perbaikan cara membaca alqur’an.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">Selama mejalani program taklim, mata saya seakan sulit diajak kompromi, begitu berat untuk di buka, bukan karena malam sebelumnya saya banyak melakukan sholat malam, melainkan begitu banyaknya dosa yang ada di diri saya sehingga <span> </span>dalam majelis ilmu saya masih juga mengantuk. Seperti biasa setiap taklim pagi maka di buat jaulah taklim ( berkeliling di sekitar lingkungan masjid untuk mengajak orang duduk dalam majelis taklim ). Saya dan seorang teman mendapatkan tugas jaulah taklim. Dan garis nasib menghantarkan saya bertemu dengan sekelompok pemuda yang satu diantaranya menjadi sahabat saya. Beberapa orang dari pemuda itu mencoba pergi ketika melihat saya dan teman saya mendekat , mungkin mereka fikir kami kelompok Islam garis keras yang mencoba menggang<em>gu</em> <em>keasikan</em> mereka, tinggal seorang pemuda yang tetap berada di situ. Kami mencoba memperkenalkan diri dan menerangkan maksud tujuan kami datang menemui dirinya serta kami mengajak beliau sama-sama ke masjid untuk duduk dalam majelis taklim yang baru saja di mulai. Pemuda itu hanya diam, entah apa yang ada di benaknya, apakah dia berpikir saya dan teman saya hanyalah sekelompok orang yang mengganggu kesenangan dirinya atau entahlah mungkin hanya dirinya dan Tuhan yang tahu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">Saya mulai aga kesal karena dirinya seperti tiada reaksi sama sekali, dia hanya tertunduk tanpa berani beradu pandang, beberapa saat sebelum kami undur diri untuk kembali ke masjid, tiba-tiba pemuda tersebut akhirnya buka suara, <strong><em><span style="font-size:18pt;line-height:200%;color:blue;">“ Apa boleh orang bertatto ke masjid ?“</span></em></strong>, tanyanya waktu itu, lantas saya menjawab boleh asal dalam keadaan suci dari najis, siapa saja asalkan dia muslim boleh ke masjid. Dia hanya diam, saya seperti mendapatkan angin untuk terus berusaha agar dia mau ikut ke masjid, saya mulai bercerita banyak hal tentang kisah-kisah para sahabat nabi yang ketika masa jahiliyah begitu jahil , tapi setelah mereka bertaubat mereka menjadi ahli-hali surga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">Akhirnya dirinya mau ikut ke masjid bersama kami, setelah membersihkan diri dan mengenakan pakaian yang saya pinjamkan ia duduk bersama kami mendengarkan taklim pagi, betapa gembiranya hati saya ketika akhirnya ia mau ikut ke masjid, tak ada kata-kata yang sebanding dengan perasaan saya pada waktu itu, mungkin hanya orang-orang yang pernah terjun langsung tahu bagaimana sulitnya berdakwah di tengah-tengah manusia untuk mengajak mereka kembali kepada Allah dan ketika satu diantara mereka mau kembali taat kepada Allah, rasanya dunia dan isinya tak sebanding dengan perasaan senang yang ada di diri kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">Lepas bada zuhur, dirinya mendekati saya dan menanyakan apakah dirinya boleh bergabung dengan kami, dan tentu saja boleh karena dakwah adalah tugas setiap umat Islam tanpa kecuali, kalau hewan yang lebih rendah dari manusia boleh berdakwah bahkan di abadikan dalam alqur’an ( semut, burung hud-hud dll ) apalagi manusia yang mempunyai tugas sebagai khalifatullah di muka bumi jelas lebih boleh lagi untuk berdakwah. Dengan berdakwah Allah swt akan perbaiki diri kita seperti yang terjadi pada diri para Nabi dan sahabatnya dan hal tersebut yang juga akan terjadi pada diri setiap orang yang mengambil kerja dakwah sebagai jalan hidupnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">Sepanjang hari ia hanya diam, mungkin proses hidayah sedang terjadi pada dirinya, dan lepas tengah malam, saya menemuinya sedang menangis berurai air mata di pojok mesjid, saya tak berani mendekat dan hanya melihat dari kejauhan. Pemandangan yang sangat indah, dimana pada pagi hari dirinya masih bermaksiat kepada Allah swt tapi pada malamnya ia sedang menangisi dosa-dosanya. Saya menjadi malu terhadap diri sendiri, seakan saya merindukan saat-saat seperti itu , dimana begitu nikmatnya melewati malam berdua dengan-Nya, bermunajad dihadapan-Nya dengan air mata dan hati yang hancur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">Beberapa bulan setelah kejadian itu saya tidak lagi bertemu dengan almarhum karena memang tempat tinggal dan kesibukan <span> </span>kami yang tidak memungkinkan, tapi kami masih tetap berhubungan via telpon , sampai akhirnya 2 minggu yang lalu saya bertemu dengan dirinya di salah satu mesjid tua di kawasan kebun jeruk Jakarta Pusat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;"><em><span style="color:fuchsia;">“Ane mau belajar dakwah 40 hari “</span></em> ucapnya. Saya hanya bisa tersenyum bahagia mendengar penuturannya<em>. <span style="color:blue;">“ Routenya kemana ? “</span></em> Tanya saya. <em><span style="color:fuchsia;">“Belum di putus, besok pagi selepas bayan subuh baru ketahuan routenya, karena ane gabung dengan jamaah yang lain”</span></em> jawabnya singkat. Sesaat kemudian dirinya bertanya hal yang sama seperti saat kami pertama kali bertemu. <em><span style="font-size:18pt;line-height:200%;color:fuchsia;">“ Apa di surga ada orang yang bertatto?”</span></em> tanyanya dengan aga ragu. Dan sekali lagi saya yang sombong , yang angkuh yang ahli maksiat tapi sok bersih menjawab dengan ringannya tanpa mencerna dan berpikir lebih jauh tentang pertanyaan Almarhum tersebut. <em><span style="color:blue;">“Mana ada di surga orang yang bertatto , kalau di neraka banyak”</span></em><span style="color:blue;">. </span>Jawab saya, dan almarhum hanya tertunduk sedih, saya segera menyadari kesalahan saya dan meralat ucapan saya <em><span style="color:blue;">“Tapi ente tenang aja kalau ente tetep buat dakwah , nanti ente juga akan masuk surga dan Allah sendiri yang akan menghapus tatto ente”.</span></em> Almarhum sahabat saya tersenyum bahagia dengan jawaban saya, senyum yang terakhir yang saya lihat, karena saya tidak akan pernah melihat senyumnya lagi, sebuah sms saya terima malam kemarin yang mengabarkan ia telah meninggal dunia ketika dirinya sedang berlajar berdakwah, islah diri, belajar menjadi hamba yang taat, belajar mencintai Allah swt dan Rasul-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">Selepas bersilaturahmi bada isya almarhum pamit dengan amir jamaah untuk tidur lebih awal karena kondisi badannya yang kurang baik, dan mendekati subuh terlihat almarhum masih tertidur, dan ketika salah satu rekan mencoba membangunkannya ternyata almarhum telah tiada, pergi meninggalkan dunia untuk bertemu Allah swt bertemu dengan sosok yang dicintainya yaitu Rasulullah saw dan para sahabat-nya, meninggalkan dunia pada saat pertobatannya. Kematian yang indah, yang selalu saya rindukan, mati di jalan-Nya, mati ketika mencoba meraih cinta-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">Selamat jalan sahabat, di surga memang tiada akan ada pria bertatto , yang ada hanya pria tampan, yang suka miscall tengah malam untuk bangunin tahajud, yang suka bangun malam dan nangis kaya anak kecil, yang suka bikin gw kesel karena selalu berantakan kalau makan berjamaah, yang suka tiba-tiba batalin janji pada hal udah jauh-jauh hari dibuat. Kita memang gak akan pernah ketemu lagi di dunia, gak pernah bisa keluar masturah bareng, gak pernah akan bisa ke IPB ( India, Pakistan, Bangladesh ) berdua. Dan elo gak bisa baca blog gw lagi, pada hal elo pengen banget kita sama-sama hadir ijtima Bulan Juli nanti dan elo pengen banget ngerasin duduk di bawah tenda dan poto elo gw tampilin di blog jelek gw ini, tapi rasanya itu cuma mimpi, karena pastinya gak akan bisa terjadi. Sekarang elo dah tenang di sana, tugas elo di dunia dah selesai, tinggal gw yang masih gamang dengan jalan hidup sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">Selamat jalan sahabat, semoga Allah selalu menjaga dan menerima tobat dirimu. Semoga kami yang di tinggalkan dapat memetik banyak pelajaran dari perjalanan hidupmu. Dan semoga Allah swt kekalkan kami dalam usaha dakwah, dakwah sebagai maksud hidup, hidup untuk dakwah , dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">Alloh humma firlahu war hamhu wa afi’i wa’fuanhu. Amin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:200%;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/usahadakwah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/usahadakwah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/usahadakwah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/usahadakwah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/usahadakwah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/usahadakwah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/usahadakwah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/usahadakwah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/usahadakwah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/usahadakwah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/usahadakwah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/usahadakwah.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/usahadakwah.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/usahadakwah.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=100&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/12/01/%e2%80%9c-apa-di-surga-ada-orang-yang-bertatto%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ec3c9a2a93a66f710817f73197052b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">usahadakwah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://usahadakwah.files.wordpress.com/2008/12/200450318-001.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">200450318-001</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syarat &#8211; Syarat Ilmu</title>
		<link>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/11/27/syarat-syarat-ilmu/</link>
		<comments>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/11/27/syarat-syarat-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 07:45:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>usahadakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fikir Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Khidmat]]></category>
		<category><![CDATA[Masa'il (Hukum-hukum Islam)]]></category>
		<category><![CDATA[Ta'lim Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Ta'lim Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Targhib & Tarhib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadakwah.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Salah seorang ulama bersyair, Belajarlah jika keadaanmu bukan orang yang berilmu..karena tiada ilmu kecuali di sisi pencari pelajaran… Syarat-sayarat ilmu sebagaimana pendapat imam an nawawi ada 8: 1) Syarat pertama adalah mengamalkan segala yang diketahuinya Anas rhu berkata, “ Ulama cita-citanya untuk memperhatikan, sedangkan orang-orang bodoh cita-citanya adalah meriwayatkan (menceritakan). 1) 2) Syarat kedua menyebarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=92&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah seorang ulama bersyair,</p>
<p><em>Belajarlah jika keadaanmu bukan orang yang berilmu..karena tiada ilmu kecuali di sisi pencari pelajaran…</em></p>
<p><strong>Syarat-sayarat ilmu sebagaimana pendapat imam an nawawi ada 8:</strong></p>
<p>1) Syarat pertama adalah mengamalkan segala yang diketahuinya</p>
<p>Anas rhu berkata, “ Ulama cita-citanya untuk memperhatikan, sedangkan orang-orang bodoh cita-citanya adalah meriwayatkan (menceritakan). 1)</p>
<p>2) Syarat kedua menyebarkan Ilmu</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:….Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepada mereka (At-taubah:122)<br />
<span id="more-92"></span><br />
Anas rhu meriwayatkan, bahwasanya baginda rasulullah saw bersabda kepada para sahabatnya: Inginkah kalian aku beritakan tentang yang paling dermawan diantara para dermawan?”</p>
<p>Para sahabat berkata: “Tentu Ya rasulullah”</p>
<p>Nabi saw bersabda, “Alloh adalah Zat yang paling dermawan diatara para dermawan, dan aku anak adam yang paling dermawan, dan mereka yang paling dermawan setelahku adalah:</p>
<p>1. Orang yang mempelajari ilmu , lalu menyebarkannya, ia akan dibangkitkan di hari kiamat sebagai umat yang sendirian (istimewa) dan</p>
<p>2. Orang yang merdermakan dirinya di jalan Alloh (fi sabilillah) hingga terbunuh. 2)</p>
<p>3) Syarat ketiga, tidak membanggakan diri dan berbantahan</p>
<p>Diriwayatkan dari Nabi saw bahwasanya beliau bersabda, “ Siapa saja yang menuntut ilmu karena 4 hal, niscaya masuk neraka:</p>
<p>1. Untuk membanggakan ilmunya kepada ulama, atau</p>
<p>2.Membimbangkan orang-orang bodoh, atau</p>
<p>3.Mengambil harta-harta dengan ilmunya, atau</p>
<p>4.Memalingkan perhatian masyarakat kepadanya dengan ilmunya itu” 3)</p>
<p>4) Syarat keempat, mempertimbangkan dalam penyebaran ilmunya dan tidak pelit dengan ilmunya. Alloh Ta’ala berfirman,….Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikannya”…(QS. Al An’am:90/ QS Asy Syuro:23)</p>
<p>Nabi saw bersabda, siapa saja yang mengetahui satu pengetahuan, lalu ia menyembunyikannya, niscaya Alloh akan memasangkan kendali (di lehernya) di hari kiamat dengan tali kekang dari api.4)</p>
<p>5) Syarat kelima, tidak gengsi mengucapkan “Aku Tidak Tahu”</p>
<p>Karena Rasulullah saw yang derajatnya tinggi tatkala beliau ditanya tentang hari kiamat, beliau bersabda, “Orang yang ditanya tentang hal itu tidak lebih tahu dari orang yang bertanya” 5)</p>
<p>Dan tatkala ditanya mengenai ruh, Nabi saw bersabda, “Aku tidak tahu” 6)</p>
<p>6) Syarat keenam, Bersikap tawadhu’ (rendah hati)</p>
<p>Alloh Ta’ala berfirman. Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati (Alfurqon:63)</p>
<p>Nabi Saw bersabda kepada Abu Dzar rhu, “ Wahai Abu Dzar, jagalah wasiat Nabimu, semoga saja Alloh memberikan manfaat kepadamu sebab wasiat itu, rendah hatilah kamu karena Alloh azza wa jalla, semoga saja Alloh akan mengangkatmu di hari kiamat, Ucapkanlah salam kepada orang yang telah engkau temui dari umatku, orang baik-baik dan orang jahatnya, dan Kenakanlah pakaian berkain kasar, dan janganlah engkau menginginkan (melakukan semua itu), kecuali (bertujuan meraih ridho) Alloh, semoga saja kesombongan dan amarah tidak diperkenankan ada dalam hatimu.</p>
<p>7) Syarat ketujuh, siap menanggung rasa sakit dalam mencurahkan nasihat dan mengikuti perilaku ulama salaf yang sholeh mengenai hal itu.</p>
<p>Alloh Swt berfirman, ..Dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. (Qs. Luqman:17)</p>
<p>Nabi saw bersabda, “Tidak ada seorang Nabi yang disakiti sebanding dengan rasa sakit yang aku rasakan” 7)</p>
<p>8.) Syarat kedelapan, ia bertujuan dengan ilmunya kepada orang yang lebih membutuhkan untuk belajar, sebagaimana ia bertujuan dalam bersedekah dengan harta kepada orang yang lebih membutuhkan, lalu kepada orang yang membutuhkan.</p>
<p>Maka siapa yang telah menghidupkan orang bodoh dengan mengajarkan ilmu, maka seakan-akan ia telah menghidupkan seluruh manusia..</p>
<p>(Diambil dari kitab: Salalimul fudhola, Syaikh Nawawi Albantani)</p>
<p>Keterangan:</p>
<p>1) Terdapat dalam kitab Jamiush shogir, Juz 2 huruf ha dan Ihya ulumuddin , Juz 1, kitab al ‘ilm</p>
<p>2) Terdapat dalam kitab Jamiush shogir, Juz 1 huruf alif, Di dalam Syuabul iman, juz 2, dan di dalam At targhib wa tarhib, juz 1</p>
<p>3) Di dalam Sunan Tirmidzi, Didalam Sunan Ibnu majah, Di dalam Sunan Daromi, Syuabul iman juz 2, Az zuhd, At targibu wat tarhib juz1, Al kabir, kitab tanbihul ghofilin, ‘awariful ma’arif</p>
<p>4) Di dalam sunan tirmidzi, Sunan abu daud, Sunan ibnu majah, Musnad ahmad, Syuabul iman, Targibu wat tarhib, Ihya ulumuddin</p>
<p>5) Shohih bukhori, Shohih muslim, Sunan tirmidzi, Sunan nasai</p>
<p>6) Shohih bukhori, shohih muslim, sunan tirmidzi, musnad ahmad</p>
<p>7) Haliyatul awliya, juz vi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/usahadakwah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/usahadakwah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/usahadakwah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/usahadakwah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/usahadakwah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/usahadakwah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/usahadakwah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/usahadakwah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/usahadakwah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/usahadakwah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/usahadakwah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/usahadakwah.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/usahadakwah.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/usahadakwah.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=92&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/11/27/syarat-syarat-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ec3c9a2a93a66f710817f73197052b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">usahadakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zihn , Targhib dan Tarhib</title>
		<link>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/11/27/zihn-targhib-dan-tarhib/</link>
		<comments>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/11/27/zihn-targhib-dan-tarhib/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 06:31:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>usahadakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fikir Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Fikir Umat]]></category>
		<category><![CDATA[Targhib & Tarhib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadakwah.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Kita memerlukan zihn untuk membentuk fikir agama dan fikir umat demi Allah  Ta&#8217;ala Kita memerlukan Targhib untuk memberi tambahan semangat untuk kerja ini. Kita memerlukan Tarhib untuk mengingatkan kita akan ancaman azab Allah Ta&#8217;ala. Semuanya musti lillahi Ta&#8217;ala.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=90&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color:#008000;">Kita memerlukan zihn untuk membentuk fikir agama dan fikir umat demi Allah  Ta&#8217;ala</span></h3>
<h3><span style="color:#008000;">Kita memerlukan Targhib untuk memberi tambahan semangat untuk kerja ini.</span></h3>
<h3><span style="color:#008000;">Kita memerlukan Tarhib untuk mengingatkan kita akan ancaman azab Allah Ta&#8217;ala.</span></h3>
<h3><span style="color:#008000;">Semuanya musti lillahi Ta&#8217;ala.</span></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/usahadakwah.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/usahadakwah.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/usahadakwah.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/usahadakwah.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/usahadakwah.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/usahadakwah.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/usahadakwah.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/usahadakwah.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/usahadakwah.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/usahadakwah.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/usahadakwah.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/usahadakwah.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/usahadakwah.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/usahadakwah.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=90&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/11/27/zihn-targhib-dan-tarhib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ec3c9a2a93a66f710817f73197052b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">usahadakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pencinta Sepertiga Malam</title>
		<link>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/11/27/pencinta-sepertiga-malam/</link>
		<comments>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/11/27/pencinta-sepertiga-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 03:41:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>usahadakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amal Maqomi]]></category>
		<category><![CDATA[Fadhilah (keutamaan)]]></category>
		<category><![CDATA[Fikir Umat]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Targhib & Tarhib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadakwah.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Surat Cinta Dari Manusia-Manusia Yang Malamnya Penuh Cinta Wahai orang-orang yang terpejam matanya, perkenankanlah kami manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasiaNya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=33&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surat Cinta Dari Manusia-Manusia Yang Malamnya Penuh Cinta</p>
<p>Wahai orang-orang yang terpejam matanya, perkenankanlah kami<br />
manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti<br />
halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga<br />
terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasiaNya yang<br />
penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari<br />
berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah.<br />
sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.</p>
<p>Wahai orang-orang yang terlelap, sungguh nikmat malam-malammu,<br />
gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya<br />
yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut<br />
tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat<br />
dirimu terlena, menikmati tidurmu diatas pembaringan yang empuk,<br />
bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik<br />
selimutmu yang demikian hangatnya.</p>
<p>Wahai orang-orang yang terlena, ketahuilah, kami tidak seperti dirimu!<br />
Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira.<br />
Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak<br />
sepeti dirimu!! kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah<br />
kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda: &#8220;sesungguhnya di<br />
surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi<br />
dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi<br />
makan orang-orang yang memerlukan, menyebarkan salam serta mendirikan<br />
sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam.&#8221; itulah sebuah<br />
kamar yang menakjubkan bagi kami dan orang-orang yang mendirikan<br />
sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.<br />
<span id="more-33"></span><br />
Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta, kau pasti pernah<br />
mendengar namaku disebut. Aku Abu Khurairah , Periwayat Hadits.<br />
Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tidak terperi.<br />
penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau?<br />
kenikmatan itu tidak serat merta kukecap sendiri, ku bagi<br />
malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu<br />
untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi.<br />
Jika salah satu dari kami telah selesai mendirikan sholat, maka kami<br />
bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya.<br />
Subhanallah, tak tergerakkah dirimu? pedulikah kau pada keluargamu?<br />
adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka? sekedar untuk<br />
membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu?</p>
<p>Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. sejarah mencatatku<br />
sebagai sang Penakluk Kesombongan pasukan salib, suatu kali seorang<br />
ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, &#8220;Nuruddin itu<br />
kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah<br />
yang benar. &#8220;Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku.<br />
Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata<br />
mereka, &#8220;Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yang<br />
banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan&#8221;. Aku<br />
tersenyum, mereka memang benar, kemenangan yang kuraih adalah karena<br />
do&#8217;a dan sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu&#8217;an. Tahukah kau<br />
dengan orang yang selalu setia mendampingiku? Dialah Istriku tercinta,<br />
Khotum binti Atabik. Dia adalah istri sholehah di mataku, terlebih di<br />
mata Allah, malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam<br />
bingkai Tuhan.</p>
<p>Gemersikan dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik<br />
kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang<br />
panjang. Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat<br />
belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang<br />
membuatnya resah. Ya Allah, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada<br />
malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah.<br />
Astaghfirullah, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah<br />
peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang<br />
pegawai khusus untuknya, pegawai yang kuperintahkan untuk menabuh<br />
genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.</p>
<p>Wahai orang-orang yang terbuai, kau pasti mengenalku dalam kisah<br />
pembebasan Al-Aqso, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta<br />
emas itu, seorang Panglima Perang, sholahuddin Al-Ayyubi, orang-orang<br />
yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang panglima yang<br />
selalu menjaga sholat berjamaah. Kesenanganku adalah mendengarkan<br />
bacaan Al-Quran yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang<br />
paling kutunggu. saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku,<br />
sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuang an nyata.</p>
<p>Wahai orang-orang yang masih terlelap, Pernahkah kau mendengar<br />
penaklukan Konstantinopel? Akulah orang di balik penaklukan itu,<br />
Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala<br />
tentaraku, namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku<br />
telah memerintahkan kepada para pasukanku untuk berpuasa pada siang<br />
hari dan pada saat malam tiba kami melaksanakan sholat malam dan<br />
munajat penuh pertolongan padaNya, jika Allah memberikan kematian<br />
kepada kami pada siang hari di saat kami berjuang, maka kesyahidan,<br />
itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung<br />
kematian, namun sebelum itu di ujung malamnya Allah temukan kami<br />
berada dalam kehidupan, kehidupan dengan menghidupkan malam kami.</p>
<p>Wahai orang-orang yang tergoda, begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk<br />
lehermu saat kau tidur? ya sangat kuat, tiga ikatan kuat di tengkuk<br />
lehermu, dia lalu menepuk setiap ikatan sambil berkata &#8220;Hai manusia<br />
sadarlah, engkau masih punya malam panjang, maka tidurlah!!&#8221; &#8220;Hei<br />
sadarlah, sadarlah jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya,<br />
syetan itu berbohong kepadamu, maka bangunlah! bangkitlah kerahkan<br />
kekutaanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Allah, maka akan<br />
lepas ikatan yang pertama, kemudian berwudhulah maka akan lepas ikatan<br />
yang kedua, dan terakhir sholatlah, sholat seperti kami maka akan<br />
lepaslah semua ikatan-ikatan itu.</p>
<p>Wahai orang-orang yang masih terlena, masihkah kau menikmati<br />
malam-malammu dengan kepulasan? masihkah? adakah tergerak hatimu untuk<br />
bangkit, bersegera mendekat kepadaNya, memohon ampunanNya walaupun<br />
hanya dengan dua rakaat? tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata. &#8220;Akulah<br />
Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa<br />
yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni,&#8221; Dia terus berkata<br />
demikian hingga fajar merekah.</p>
<p>Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia, bagi kami manusia-manusia<br />
malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami<br />
kehidupan sesungguhnya, sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang<br />
penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap? Apakah kau<br />
menginginkan kehidupan sesungguhnya? maka ikutilah jejak kami,<br />
manusia-manusia malam, kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu<br />
sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, nikmatilah<br />
tidurmu diatas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal<br />
gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya,<br />
maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu.</p>
<p>Semoga Allah mempertemukan kita di sana, di surgaNya, mendapati dirimu<br />
dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam<br />
dan sisi dalamnya terlihat dari luar.</p>
<p>Amin&#8230;&#8230;.. .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/usahadakwah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/usahadakwah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/usahadakwah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/usahadakwah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/usahadakwah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/usahadakwah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/usahadakwah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/usahadakwah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/usahadakwah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/usahadakwah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/usahadakwah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/usahadakwah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/usahadakwah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/usahadakwah.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=33&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/11/27/pencinta-sepertiga-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ec3c9a2a93a66f710817f73197052b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">usahadakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalau Niat, Insya Allah Pasti Dapat !</title>
		<link>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/11/27/kalau-niat-insya-allah-pasti-dapat/</link>
		<comments>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/11/27/kalau-niat-insya-allah-pasti-dapat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 03:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>usahadakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab - adab]]></category>
		<category><![CDATA[Fadhilah (keutamaan)]]></category>
		<category><![CDATA[Targhib & Tarhib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://usahadakwah.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Hadits Arba’in Nawawi yang pertama disebutkan Hadits Nabi Muhammad SAW mengenai Niat. Lengkapnya terjemahan Hadits tersebut sebagai berikut : Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=82&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Hadits Arba’in Nawawi yang pertama disebutkan Hadits Nabi Muhammad SAW mengenai Niat. Lengkapnya terjemahan Hadits tersebut sebagai berikut :</p>
<p>Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.<br />
<span id="more-82"></span><br />
[Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907][1]</p>
<p>Pada kesempatan ini, saya ingin menggaris bawahi kalimat : “setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya”, dengan perspektif NLP.</p>
<p>Imam Ahmad dan Imam Syafi’I berkata : “Hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu.” Begitu pula kata Imam Baihaqi dll. Hal itu karena perbuatan manusia terdiri dari niat didalam hati, ucapan dan tindakan. Sedangkan niat merupakan salah satu dari tiga bagian itu.[2]</p>
<p>Dalam riwayat Para Shahabat Nabi memang ada seorang lelaki yang ikut hijrah dari Makkah ke Madinah untuk mengawini perempuan bernama Ummu Qais. Dia berhijrah tidak untuk mendapatkan pahala hijrah karena itu ia dijuluki Muhajir Ummu Qais. Dan ada pula orang yang ikut hijrah bersama Nabi untuk mendapatkan harta dari perniagaan setibanya di tujuan hijrah, maka diapun mendapatkan apa yang dia niatkan sebelum hijrah</p>
<p>Dalam buku Al-Quran The Ultimate Secret Astrid Darmawan &amp; Muhammad Hidayat menulis mengenai niat sebagaimana berikut [3] :</p>
<p>Niat adalah maksud yang bersumber dari energi aktif untuk diwujudkan. Ia adalah potensi pikiran yang sudah ada sebelum teraktulisasi. Akibat yang dihasilkan potensi ini (niat) akan senantiasa berbanding lurus dengan apa yang Anda niatkan atau pikirkan sebelumnya. Nasehat atau lebih tepatnya formula kerja akal dari Rasulullah (saw) ini sangat istimewa. Alasannya, manusia tidak perlu memprediksi hasil apapun dari perbuatannya, Anda tidak perlu tebak-tebakan. Akan tetapi, seberapa besar energi aktif yang Anda salurkan ke jiwa, maka sebesar itu pula hasil yang akan muncul di semesta besar.</p>
<p>Kesuksean Anda bergantung kepada potensi pikiran Anda (energi aktif) yang tersalurkan ke jiwa Anda. Artinya tingkat kesuksesan yang ingin Anda raih di alam ini, misalnya, tidak bergantung dari kuantitas perbuatan Anda, melainkan niat Anda. Potensi yang besar dalam pikiran Anda, secara otomatis akan mendorong jiwa untuk mengaktualisasikan itu di alam materi.</p>
<p>Khalifah ‘Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan : “Barangsiapa membaikkan niatnya, maka Allah akan menjadikan baik lahiriahnya.”</p>
<p>Kegagalan Anda untuk meraih suatu hasil di alam ini, tak lain disebabkan oleh lemahnya potensi pikiran yang tersalurkan ke jiwa Anda sejak semula. Atau, bisa juga kegagalan itu akibat pantulan / benturan negatif yang berasal dari alam fisik, sehingga melemahkan potensi pikiran Anda yang kuat itu.</p>
<p>Dalam tulisan saya sebelumnya mengenai Beriman &amp; Congruence saya menuliskan :</p>
<p>“Dalam NLP ada istilah yang disebut dengan Congruence. Yang dimaksud Congruence disini adalah seiring dan selarasnya antara kata-kata yang diucapkan, urutan katanya, pilihan katanya, dan susunan katanya dengan bahasa tubuhnya baik secara Visualnya, Auditorinya maupun Kinestetiknya. Artinya sejalan dan sebangun antara bahasa lisannya dengan bahasa tubuhnya.</p>
<p>Dalam Islam ada disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Beriman itu adalah “Membenarkan dengan Hati, Mengucapkan dengan Lisan dan Melakukan dengan amal perbuatan yang sesuai dengan yang dibenarkan hati &amp; lisannya tersebut.”</p>
<p>Dalam konteks ini, maka yang disebut “Niat” adalah sesuatu yang dimulai / ditanamkan / diucapkan di Hati, dan selanjutkan ketika suatu Niat sudah dimulai dari Hati, maka pikiran, perasaan dan seluruh anggota tubuh “hanya” tinggal mengikuti sesuatu yang sudah di”Niat”kan tersebut!</p>
<p>Itu disebut dengan Mind-Body Connection ! Namun dengan pengertian “baru” ini menjadi “Heart-Mind-Body Connection“</p>
<p>Ketika sesuatu sudah di”Niat”kan dengan sungguh-sungguh atau dari Hati, maka pikiran, perasaan dan seluruh anggota tubuh akan menjalankan sesuatu yang telah di”Niat”kan itu, karena telah terjadi konruensi yang dimulai dari Hati.</p>
<p>Your energy goes / flow to what you are focus on ! begitulah gambaran hal ini.</p>
<p>Nah, pertanyaan saya selanjutnya adalah :</p>
<p>“Apa yang Anda Niatkan sebelum Anda memulai segala sesuatu ?“</p>
<p>Karena ingat,</p>
<p>“Kalau Niat, Insya Allah Pasti Dapat !</p>
<p>- Wallahu A’lam -</p>
<p>Fitra Faturachman</p>
<p>Licensed Practitioner of NLPTM</p>
<p>Trainer, Konselor &amp; Coach berbasis NLP + Islam</p>
<p>“Hamba Allah yang ingin mengajak Anda shaleh bersama menuju Ridho Allah !”</p>
<p>http://groups.yahoo.com/group/i-nlp/message/31</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/usahadakwah.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/usahadakwah.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/usahadakwah.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/usahadakwah.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/usahadakwah.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/usahadakwah.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/usahadakwah.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/usahadakwah.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/usahadakwah.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/usahadakwah.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/usahadakwah.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/usahadakwah.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/usahadakwah.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/usahadakwah.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=usahadakwah.wordpress.com&amp;blog=4056434&amp;post=82&amp;subd=usahadakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://usahadakwah.wordpress.com/2008/11/27/kalau-niat-insya-allah-pasti-dapat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ec3c9a2a93a66f710817f73197052b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">usahadakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
