Syarat – Syarat Ilmu

Salah seorang ulama bersyair,

Belajarlah jika keadaanmu bukan orang yang berilmu..karena tiada ilmu kecuali di sisi pencari pelajaran…

Syarat-sayarat ilmu sebagaimana pendapat imam an nawawi ada 8:

1) Syarat pertama adalah mengamalkan segala yang diketahuinya

Anas rhu berkata, “ Ulama cita-citanya untuk memperhatikan, sedangkan orang-orang bodoh cita-citanya adalah meriwayatkan (menceritakan). 1)

2) Syarat kedua menyebarkan Ilmu

Allah Ta’ala berfirman:….Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepada mereka (At-taubah:122)

Anas rhu meriwayatkan, bahwasanya baginda rasulullah saw bersabda kepada para sahabatnya: Inginkah kalian aku beritakan tentang yang paling dermawan diantara para dermawan?”

Para sahabat berkata: “Tentu Ya rasulullah”

Nabi saw bersabda, “Alloh adalah Zat yang paling dermawan diatara para dermawan, dan aku anak adam yang paling dermawan, dan mereka yang paling dermawan setelahku adalah:

1. Orang yang mempelajari ilmu , lalu menyebarkannya, ia akan dibangkitkan di hari kiamat sebagai umat yang sendirian (istimewa) dan

2. Orang yang merdermakan dirinya di jalan Alloh (fi sabilillah) hingga terbunuh. 2)

3) Syarat ketiga, tidak membanggakan diri dan berbantahan

Diriwayatkan dari Nabi saw bahwasanya beliau bersabda, “ Siapa saja yang menuntut ilmu karena 4 hal, niscaya masuk neraka:

1. Untuk membanggakan ilmunya kepada ulama, atau

2.Membimbangkan orang-orang bodoh, atau

3.Mengambil harta-harta dengan ilmunya, atau

4.Memalingkan perhatian masyarakat kepadanya dengan ilmunya itu” 3)

4) Syarat keempat, mempertimbangkan dalam penyebaran ilmunya dan tidak pelit dengan ilmunya. Alloh Ta’ala berfirman,….Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikannya”…(QS. Al An’am:90/ QS Asy Syuro:23)

Nabi saw bersabda, siapa saja yang mengetahui satu pengetahuan, lalu ia menyembunyikannya, niscaya Alloh akan memasangkan kendali (di lehernya) di hari kiamat dengan tali kekang dari api.4)

5) Syarat kelima, tidak gengsi mengucapkan “Aku Tidak Tahu”

Karena Rasulullah saw yang derajatnya tinggi tatkala beliau ditanya tentang hari kiamat, beliau bersabda, “Orang yang ditanya tentang hal itu tidak lebih tahu dari orang yang bertanya” 5)

Dan tatkala ditanya mengenai ruh, Nabi saw bersabda, “Aku tidak tahu” 6)

6) Syarat keenam, Bersikap tawadhu’ (rendah hati)

Alloh Ta’ala berfirman. Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati (Alfurqon:63)

Nabi Saw bersabda kepada Abu Dzar rhu, “ Wahai Abu Dzar, jagalah wasiat Nabimu, semoga saja Alloh memberikan manfaat kepadamu sebab wasiat itu, rendah hatilah kamu karena Alloh azza wa jalla, semoga saja Alloh akan mengangkatmu di hari kiamat, Ucapkanlah salam kepada orang yang telah engkau temui dari umatku, orang baik-baik dan orang jahatnya, dan Kenakanlah pakaian berkain kasar, dan janganlah engkau menginginkan (melakukan semua itu), kecuali (bertujuan meraih ridho) Alloh, semoga saja kesombongan dan amarah tidak diperkenankan ada dalam hatimu.

7) Syarat ketujuh, siap menanggung rasa sakit dalam mencurahkan nasihat dan mengikuti perilaku ulama salaf yang sholeh mengenai hal itu.

Alloh Swt berfirman, ..Dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. (Qs. Luqman:17)

Nabi saw bersabda, “Tidak ada seorang Nabi yang disakiti sebanding dengan rasa sakit yang aku rasakan” 7)

8.) Syarat kedelapan, ia bertujuan dengan ilmunya kepada orang yang lebih membutuhkan untuk belajar, sebagaimana ia bertujuan dalam bersedekah dengan harta kepada orang yang lebih membutuhkan, lalu kepada orang yang membutuhkan.

Maka siapa yang telah menghidupkan orang bodoh dengan mengajarkan ilmu, maka seakan-akan ia telah menghidupkan seluruh manusia..

(Diambil dari kitab: Salalimul fudhola, Syaikh Nawawi Albantani)

Keterangan:

1) Terdapat dalam kitab Jamiush shogir, Juz 2 huruf ha dan Ihya ulumuddin , Juz 1, kitab al ‘ilm

2) Terdapat dalam kitab Jamiush shogir, Juz 1 huruf alif, Di dalam Syuabul iman, juz 2, dan di dalam At targhib wa tarhib, juz 1

3) Di dalam Sunan Tirmidzi, Didalam Sunan Ibnu majah, Di dalam Sunan Daromi, Syuabul iman juz 2, Az zuhd, At targibu wat tarhib juz1, Al kabir, kitab tanbihul ghofilin, ‘awariful ma’arif

4) Di dalam sunan tirmidzi, Sunan abu daud, Sunan ibnu majah, Musnad ahmad, Syuabul iman, Targibu wat tarhib, Ihya ulumuddin

5) Shohih bukhori, Shohih muslim, Sunan tirmidzi, Sunan nasai

6) Shohih bukhori, shohih muslim, sunan tirmidzi, musnad ahmad

7) Haliyatul awliya, juz vi

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: